Surat Al Maun (الماعون) adalah surat ke-107 dalam Al-Qur'an. Berikut ini terjemahan, asbabun nuzul, dan tafsir Surat Al Maun. Surat ini terdiri dari tujuh ayat dan merupakan Surat Makkiyah, menurut mayoritas ulama. Ia adalah surat ke-17 yang turun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Yakni setelah Surat At Takatsur dan Abdullah ibnu Mas'ud berkata, bahwa lalu Allah Swt. menurunkan firman-Nya yang membenarkan hal tersebut, yaitu: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah. (Al-Furqan: 68), hingga akhir ayat. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai, dari Hannad ibnus Sirri, dari Abu Mu'awiyah dengan sanad yang sama. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari Sufyan ibnu Husain, dari Al-Hakam, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: selama ada langit dan bumi. (Hud: 107) Bahwa setiap surga mempunyai langit dan buminya sendiri. Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, "Selama bumi berfungsi sebagai bumi, dan langit berfungsi Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya. (Al-Baqarah: 233) Yakni misalnya pihak si ibu menyerahkan bayi itu kepada pihak ayah si bayi untuk menimpakan kemudaratan terhadap pihak ayah si bayi karena diharuskan memeliharanya. Pihak ibu tidak boleh menyerahkan si bayi yang telah dilahirkannya (kepada suaminya) sebelum وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. 1. Say: "I seek refuge with the Lord of Al-Falaq,'' 2. "From the evil of what He has created,'' 3. "And from the evil of the Ghasiq when Waqab,'' 4. "And from the evil of the blowers in knots,'' 5. "And from the evil of the envier when he envies.''. AZFI.

tafsir surat al falaq ibnu katsir